Dakwah, seruan atau panggilan pada suatu ideologi tertentu saat ini berkecamuk
menyerang fikiran manusia. Merebut minat dan perhatian, serta menyedot dan
menghabiskan potensi mereka.
Ummat Islam merupakan sasaran paling empuk
serbuan gelombang pemikiran musuh-musuhnya. Sehingga, di manapun kita berada
selalu dihadapkan pada sejumlah gagasan dan fikiran, sejumlah pendapat dan
kecenderungan, serta sejumlah contoh dan realitas yang bertentangan dengan
Islam. Semuanya dijajakan, ditawarkan, bahkan dipaksakan oleh
pendukung-pendukung kebatilan. Seruan-seruan ini berpangkal pada kejahilan dan
keraguan terhadap Islam, malahan seringkali bersumber dari kebencian dan
permusuhan. Di antaranya ada yang nyata-nyata mengajak pada kekejian dan
kemungkaran, menyeru pada kultus individu, kebanggaan golongan, suku atau
bangsa. Seluruhnya membawa pada permujaan syahwat dan keruntuhan moral.
Uniknya, pemikiran-pemikiran jahili itu tampil samar-samar, dibungkus
dan dikemas indah dalam hiasan seni dan hiburan, atau disajikan dalam program
pendidikan sebagai suatu kebenaran. Ia didukung oleh saran-sarana propaganda
yang lengkap dan canggih. Tidak hanya pidato, makalah, brosur atau surat
menyurat. Tapi juga majalah, surat kabar, buku-buku ilmiah, novel, radio, video
dan televisi, film serta alat-alat propaganda lainnya.
Teknologi
kornunikasi yang seharusnya menjadi milik ummat Islam sebagai khalifatullah fil
ardhi, dipenuhi dengan racun pemikiran yang menyesatkan dan menjauhkan ummat
dari Dienullah. Serangan bertubi-tubi dari berbagai arah yang menghantam dan
merontokkan akidah, pemikiran, dan moralitas ummat Islam ini, sesungguhnya
merupakan realisasi program syaitan yang hendak menghancurkan peradaban manusia.
"Hai orang-orang, yang beriman, jangan. lah kamu mengikuti langkah-langkah
syaitan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya
syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar." (QS. 24 : 21)
Kelicikan tipu daya syaitan inilah yang menjadi inti dan jiwa dakwah
jahiliyah di sepanjang masa. Sejak dahulu syaitan telah mencanangkan rencananya
yang lihai untuk menjebak ummat manusia pada jurang-jurang kesesatan dan
kebathilan. Iblis berkata, "Wahai Rabbku, oleh sebab Engkau memutuskan bahwa aku
sesat, pasti aku menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka
bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semua."
Untuk melaksanakan
programnya, syaitan berserikat dengan hal-hal yang disenangi manusia dan merasuk
dalam syahwat hawa nafsunya. Kecenderungan terhadap harta, wanita, dan
kemasyhuran merupakan perangkap yang menjerat manusia menjadi budak-budak dan
pengikut syaitan.
Inilah dakwah jahiliyyah yang berjalan fi sabilith
thagut, didukung oleh iblis dan kawanan Hizbusy-syaiton (kelompok syaitan) tiada
henti-hentinya memerangi orang-orang yang beriman dengan berbagai tipu daya
dengan target menjauhkan manusia dari jalan Allah. Mereka tidak akan puas
sebelum masnusia menjadi kafir dan menyembah hawa nafsu atau memuja selain
Allah.
Thagut atau tirani adalah segala sesuati yang disembah selain
Allah dan menjadi motor utama kemusyrikan dan kekafiran. Ia ingin menjadi
penguasa dengan merampas hak-hak Allah dan memerangi pengikut-pengikut
dienullah. "Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang
yang kafir berperang di jalan thagut, sebab itu perangilah kawaw-kawan syaitan
itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu lemah ". (QS. 4 : 76).
Ketangguhan Dakwah Islamiyah
Tipu daya syaitan teramat
lemah karena tidak dapat menyelewengkan orang-orang beriman yang ikhlas berjuang
fi sabilillah. Mereka adalah para penyeru ke jalan Allah dengan mengikuti
program yang telah ditetapkan-Nya, serta bersabar dalam menempuh perjalanan
dakwahnya.
Inti kekuatan dakwah Islamiyah menghadapi dakwah jahiliyah
terletak pada keikhlasan, kebersihan motivasi dan ketulusan hati para da'i di
jalan Allah. Manakala keikhlasan itu hilang, lenyap pulalah pertolongan Allah
pada mereka. Tatkala dakwah itu bukan untuk meninggikan kalimat Allah semata,
tetapi untuk kepentingan pribadi, golongan, atau bangsa sendiri, rontoklah
seluruh, kekuatannya.
Dakwah islmiyah akan mencapai kejayaan dan
kemenangan jika dilandasi sikap furqan, yang menolak segala kebatilan dan
penyelewangan betapapun kecilnya, serta menerima totalitas Islam dengan penuh
keikhlasan. "Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena
mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. Hai
orang-orang yang beriman, masuklah kami kedalam Islam keseluruhannya, dan
janganlah kamu turuti langkah-langkah (program/perencanaan) syaitan,
sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 2: 207 - 208).
Orang - orang yang ikhlas ini harus bergabung dalam satu barisan dakwah
dengan program yang jelas dan organisasi yang rapi. Hizbusy syaitan mesti
dilawan oleh Hizbullah yang secara ofensif menyeru ke jalan Allah dan memerangi
setiap penghalang dakwah.
Hizbulllah adalah pola para Rasul, utusan
Allah, dalam menyeru masnusia pada kebenaran. Siapa pun yang ikhlas
memperjuangkan Dienullah dan mengikuti pola mereka serta siap menjadi tentara
Allah dapat bergabung dengan Hizbullah. Allah menjanjikan kemenangan pada
mereka.
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (dien) Allah,
niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. 47: 7)
"Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang
menjadi Rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat
pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang." (QS. 37:
171 - 173)
"Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang
yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya hizbullah (golongan Allah)
itulah yang pasti menang." (QS. 5: 56)
Dakwah islmiyah yang digerakkan
oleh hizbullah dapat memporak porandakan musuh-musuh Islam, menghancurkan
kekuatan mereka, serta melenyapkan kesombongan para tirani dan syaitan. Allah
berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.
Barangkali ada orang yang berkata, "Jika hizbullah itu pasti menang,
mengapakah pengikut para Rasul itu harus mengalami ujian berupa siksaan dan
kesengsaraan yang berat seperti yang dialami oleh Rasulullah dan
sahabat-sahabatnya dahulu?".
Penderitaan dan kesengsaraan itu
sesungguhnya bukan satu kekalahan. Ia merupakan suatu ujian Allah untuk menempa
hamba-hamba-Nya menjadi manusia yang dicintai-Nya dan sanggup memikul
risalah-Nya. Menentukan siapakah diantara mereka yang benar-benar berjuang di
jalan Allah dan siapakah yang berdusta.
Kemenangan dalam timbangan
Hizbullah bukan semata kemenangan duniawi, tetapi yang paling utama adalah
kemenangan imani dan ukhrawi. Dakwah Islamiyah tidak berorientasi pada hasil di
dunia, tetapi pada mutu kerja yang sesuai dengan program Allah di dunia, dan
balasan Allah di Akhirat. Dakwah islamiyah akan senantiasa tangguh menghadapi
dakwah jahiliyah jika bertumpu pada Hizbullah dan orientasinya.
sumber :tarbiyah.pk.or.id



Categories :
Anggiindrawan

0 komentar:
Posting Komentar